Jumat, 12 Juli 2019

COLORGUAD

COLORGUAD

Sejarah Color Guard
   Sejarah awal Color Guard (CG) pada awalnya sebagai pelengkap dari Bagpipes dan Drums yang bertugas mendampingi prajurit Inggris sekaligus juga sebagai penyemangat. CG memberikan warna dari sebuah penampilan musik untuk menunjukkan apa sebenarnya arti dari musik itu sendiri. Mereka juga memiliki seorang prajurit yang memegang bendera dengan lambang mereka di atasnya. Marching Band militer Amerika mengembangkan CG namun, berjalannya waktu CG semakin berkembang sehingga bukan lagi sebagai pelengkap dari Marching Band melainkan menjadi bagian dari Marching Band itu sendiri. Pada suatu saat ada realisasi bahwa sudah cukup banyak musik yang memuaskan telinga tetapi kurang banyak memuaskan mata.Maka dari situ awal muncul ide CG sambil memainkan gerak tubuh atau badan dan equipment-equipmentnya menggunakan flag (bendera), rifle (senapan) dan sabre (pedang). Bermula teriakan dahsyat dari perang dan kebanggaan tentang lambang lalu berkembang hingga menjadi seperti penampilan yang mengiringi penampilan marching band dimana-mana. Pada saat itu munculah Color Guard Modern .
Color Guard (CG) dalam bahasa indonesia memiliki banyak arti. Color merupakan suatu istilah dalam bahasa inggris yang artinya bendera kenegaraan (national color). Pataka dan banner yang merupakan identitas suatu kelompok perkumpulan atau organisasi juga merupakan bagian dari color. Sedangkan Guard merupakan satu kata dari bahasa Inggris yang artinya pengawal, penjaga atau pasukan pengawal.
   CG merupakan salah satu section di Drum Band, Marching Band atau Drum Corps, denganmemiliki keahlian dalam penguasaan tari dan olah tubuh (basic ballet), penguasaan bendera (flagtechnique), penguasaan senapan (rifle technicque), penguasaan pedang (sabretechnique), danpenguasaan pendukung lainnya seperti aksesoris (hola hoop, twirling batons, tongkatdan lain-lain) serta penguasaan teaterikal, karena seorang CG harus dapat menunjukkanekspresi wajah, memainkan emosi penonton yang disesuaikan dengan repertoire penampilan.
         CG bisa menghabiskan 15 sampai dengan 20 jam atau bahkan lebih per minggu dengan baris-berbaris pada lapangan berukuran 50 x 70 feet atau kurang lebih 16 x 23 meter sambil memainkan rifle dan saber dengan berat kurang lebih 1,5 kg atau flag yang panjang standardnya sekitar 180 cm.

COLORGUAD

COLORGUAD

Teknik Dasar Colour Guard

A. Teknik Dasar

1. Siap

Posisi siap dengan bendera Standard:
- Tangan kiri dikepal dan diletakkan di samping badan.
- Tangan kanan memegang bendera dengan posisi seperti memegang pensil atau pulpen.
- Dagu diangkat.
- Pandangan lurus ke depan.

Posisi siap dengan bendera Bunga:
-Tangan kiri menyerut kain bendera ke atas.
- Tangan kanan memegang tongkat bendera dengan posisi biasa.
- Dagu diangkat.
-Pandangan lurus ke depan, jika merasa kain benderanya kurang diserut, serutlah segera.

Posisi siap dengan bendera Angel:
- Sama dengan cara siap bendera Bunga, tapi tangan kanan memegang kedua bendera.
- DaKat (Dagu Diangkat)
- PaPan (Pandangan lurus ke depan)

Posisi siap dengan Rifle:
- Tangan kiri di belakang.
- Tangan kanan memegang bagian leher Rifle, ujung Rifle (Nose) menghadap ke belakang, dan badan Rifle diselipkan ketiak.
-DaKat dan PaPan.

2. Cek Point

Posisi Cek Point dengan Bendera Standard:
- Tangan kanan memegang bendera, tangan kiri direntangkan ke samping dan telapak tangan bawah menghadap ke kiri.
- Kaki membentuk posisi 2.

B. Bendera-Bendera Colour Guard

Tongkat bendera colour guard biasanya terbuat dari besi stainless. Tapi, biasanya juga kalau belum tampil, kita latihan dengan besi aluminium. Kain bendera Colour Guard lebih sering memakai kain abutai. Secara garis besar, bendera colour guard terdiri dari:

1. Bendera Standard

Bendera Standard adalah bendera yang paling utama di colour guard. Tongkat bendera Standard untuk anak-anak berukuran 150 cm. Sementara untuk dewasa, ukurannya 180 cm. Ukuran dewasa ini biasa digunakan untuk tongkat bendera 180 (dibaca: Satu Delapan Puluh). Biasa juga bendera 180 disebut bendera semigiant. Bendera standard biasanya bertongkat stainless (kalau latihan biasa aluminium).

2. Bendera Bunga/Butterfly

Bendera bunga/butterfly (lebih sering disebut bendera bunga) adalah bendera yang agak kecil dari bendera Standard. Jika kita memainkan bendera bunga, orang atau penonton akan merasa seperti dihipnotis, karena kainnya akan berbentuk seperti ombak jika dimainkan. Tongkatnya berbahan aluminium. Bendera bunga hanyalah bendera tambahan saja, untuk memperindah penampilan.

3. Bendera Angel

Bendera Angel merupakan bendera yang paling kecil dari semua bendera. Bendera ini juga termasuk bendera tambahan saja. Jika memainkan bendera ini, bila dilihat dari atas akan tampak seperti lautan yang ombaknya sangat cepat. Tongkatnya berbahan aluminium. Kain benderanya berbentuk segitiga sama kaki.

4. Bendera Semigiant

Sudah dijelaskan tadi bahwa bendera Semigiant biasa disebut bendera 180. Dari kedua bendera ini (180 dan Semigiant) terdapat perbedaan, yaitu 180 kainnya seperti bendera Standard, sedangkan Semigiant kainnya berbentuk persegi panjang. Tongkatnya berbahan aluminium. Termasuk bendera tambahan.

5. Bendera Giant

Ini adalah bendera yang paling besar dari semua bendera. Tongkat bendera ini berbahan aluminium, dan berukuran 2 meter. WOW! Sangat panjang bukan. Belum lagi kainnya. Besar sekali! Tapi ini juga termasuk bendera tambahan, untuk mengejutkan penonton.

6. Rifle

Rifle sebenarnya bukan bendera, hanya alat lain. Bentuknya seperti senapan. Rifle ada yang berat, ada yang ringan. Gerakan Rifle hampir menyerupai gerakan bendera, karena itulah termasuk bendera Colour Guard.

7. Air Blade

Nah, yang ini yang paliiinggg unik! Air Blade ini gerakannya mirip gerakan Rifle, dan bisa digunakan untuk pengganti Rifle. Pada umumnya, Blade ini memiliki 4 box pada Blade yang biasa. Tapi, keunikannya adalah, Air Blade dapat divariasikan dengan bentuk lain, misalnya gitar. Ini juga bukan bendera.

8. Saber

Ini bukan bendera, tapi kalau lihat bentuknya pasti bilang pedang! Ya, khaaann!!! Tapi, itu namanya Saber, bukan pedang. Saber ini memang berbentuk seperti pedang. Tahu, nggak? Saber ini berat sekali! Jadi susah makainya. Tapi, ini juga dapat mengejutkan penonton. Waktu pertama kali lihat, pasti kamu kira mau bertarung! Padahal mau spin, toss, dan lain-lain.

PERKUSI

perkusi marching band

instrumen musik perkusi marching band atau disebut sebagai Marching percussion merupakan instrumen-instrumen musik perkusi yang didisain untuk dimainkan sambil berjalan dengan meletakkan drum pada alat pengait khusus (disebut dengan carrier) yang dikenakan oleh drummer. Drum-drum tersebut didisain dan disetem dengan artikulasi maksimum dan dilengkapi proyeksi suara karena aktivitas penggunaan yang umumnya di lapangan terbuka ataupun ruang tertutup yang luas. Instrumen ini biasanya digunakan oleh grup marching band. Ensembel marching percussion sering pula disebut sebagai drumline atau battery. Tingkat kemampuan sebuah drumline tidak hanya bermain dengan baik, tetapi juga harus mampu untuk bermain dengan baik dalam tempo cepat ataupun lambat.

Snare Drum
Ukuran marching snare drum biasanya lebih dalam dari ukuran yang biasanya digunakan pada orkestra atau drumkit. Hal ini membuat suara yang dihasilkan menjadi lebih keras, sesuai dengan kebutuhannya untuk penggunaan di lapangan terbuka. Ukuran standar (diameter x kedalaman) adalah 13x11 dan 14x12 inci dengan berat antara 16-45 lb. Ukuran yang lebih kecil (13x9) akhir-akhir ini menjadi populer digunakban untuk kebutuhan penggunaan di lapangan tertutup. Snare drum "high tension" atau yang biasa disebut HTS modern dikembangkan sebagai jawaban atas tensi membran yang lebih tinggi yang dimungkinkan karena pemanfaatan serat fiber, atau kevlar. Drum tensi tinggi pertama kali dikembangkan oleh Legato di Australia, dan menjadi lebih sempurna saat mulai digunakan pada marching band.

Drum tenor
Marching band modern umumnya menggunakan multi-tenor, yang terdiri atas beberapa tom-tom yang dimainkan oleh seorang drummer. Bagian bawah drum biasanya terbuka dan dipotong menyiku untuk memproyeksikan suara ke arah depan. membran head menggunakan double-ply PET film untuk meningkatkan kualitas proyeksi suara. Alat ini umumnya dimainkan dengan menggunakan malet yang terbuat dari kayu atau aluminimum dengan ujung berbentuk bundar terbuat dari nilon.
Teknik permainan tenor drum umumnya berbeda dengan teknik yang digunakan untuk bermain snare drum, lebih mirip seperti bermain timpani karena membran dipukul biasanya lebih dekat pada sisi-sisinya dibandingkan bagian di tengah membran. Bentuk pukulan seperti ini menghasilkan suara yang lebih nyaring.
Drum tenor umumnya terdiri dari tom-tom berukuran 10, 12,13, dan 14 inci yang diatur membentuk busar, seringkali dengan tambahan satu atau dua buah tom yang lebih kecil (berukuran 6 atau 8 inci) di sisi sebelah dalam.

Drum bass
Ukuran drum bass yang digunakan pada ensembel perkusi modern bervariasi, dengan lebar universal 14 inci, dan diameter 14 inci dan bertambah setiap 2 inci. Membran drum biasanya terbuat dari PET film lembut berwarna putih. Tidak seperti snare drum dan drum tenor, drum bass dimainkan oleh drummer dari kedua sisinya. Umumnya sebuah drum line menggunakan 4 hingga 6 jenis drum bass dengan ukuran yang berbeda-beda, tiap satu drum bass dimainkan oleh seorang drummer.

Simbal(Cymbal)
Cymbal dalam marching band tidak dimainkan dengan tujuan yang sama seperti orkestra. Ada perubahan pada grip simbal yang dibuat khusus untuk kebutuhan marching band. Simbal marching band biasanya terdiri atas dua keping yang terpasang pada ke dua tangan pemainnya. Untuk memainkan simbal marching band kedua kepingan itu diadu satu dengan lainnya sehingga menghasilkan suara. Jumlah pemain simbal tiap-tiap grup marching band bisa berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya.

Kamis, 11 Juli 2019

MARCHING BAND


CIKAL BAKAL MARCHING BAND




Marching Band adalah sekelompok barisan orang yang memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik (tiup, perkusi, dan sejumlah instrumen pit) secara bersama-sama. Umumnya, penampilan Marching Band dipimpin oleh satu atau dua orang Field Commander (Komandan Lapangan) dan dilakukan baik di lapangan terbuka maupun lapangan tertutup dalam barisan yang membentuk formasi dengan pola yang senantiasa berubah-ubah sesuai 
dengan alur koreografi terhadap lagu yang dimainkan, dan diiringi pula dengan aksi tarian yang dilakukan oleh sejumlah Color Guard (Pemain Bendera).


Instrument musik yang digunakan dalam Marching Band terdiri dari instrument musik tiup (Terompet, French Horn, Mellophone, Tenor Horn, Baritone, dan Tuba) , instrument musik perkusi (Snare Drum, Tenor Drum, Bass Drum, Simbal) , instrument pit ( Xylophone, Vibraphone, Marimba, Simbal, Gong China, Timpani, Drum bass konser, Tubular bell), dan instrument bendera.
Saya sangat kagum dengan Player pada Marching Band, karena tidak mudah untuk memainkan musik sambil menghafal formasi barisan yang sangat detail.


Di Indonesia terdapat cukup banyak ajang kejuaraan tingkat nasional yang diselenggarakan, namun yang umumnya frekuentif diselenggarakan secara konsisten adalahGrand Prix Marching Band (GPMB) di Istora Senayan. GPMB ini diselenggarakan setiap akhir tahun. Dengan adanya kompetisi ini, masing-masing Marching Band umumnya berupaya untuk mengembangkan, atau mengadaptasikan teknik-teknik permainan tertentu untuk menunjukkan kemampuan group Marching Band tersebut, atau menciptakan satu keunikan yang berbeda sehingga menjadi ciri khas penampilan suatu Marching Band. Skala kompetisi ini bisa mencakup tingkat daerah, provinsi, ataupun nasional.


Menengok kembali ke jaman kuno, marching band bersumber dari seremonial militer dan keagamaan, yang dikemas dalam suatu pertunjukan yang indah atau hiburan. Dalam banyak kebudayaan, musik perang ( musik militer ) menginspirasi para pria dalam berperang, sebagi tanda untuk maju dan mundur, sebagai pendukung jiwa para prajurit dan merayakan keberaniannya



Marching band menggunakan gabungan dari alat brass, perkusi dan alat tiup kayu yang harus dibawa saat mereka berjalan. Instrumen marching band termasuk flute dan piccolo, French horns, saxophones, clarinet, trumpet, trombone, tuba, drum, cymbal dan triangle. Beberapa band memasukkan glockenspiel, xylophone ke dalam seksi perkusinya. Ada pula marching bagpipe bands.


Terdapat benda seni Mesopotamia kuno yang diperkirakan berumur 4.000 SM, yang menyerupai kettle drum. Alat perkusi seperti cymbal telah digunakan oleh masyarakat Mesir kuno, Syria, Yunani, Romawi dan Yahudi. Timpani atau tambourine adalah salah satu contoh dari alat perkusi yang tidak banyak berubah sepanjang masa.Alat tradisional terbuat dari kulit binatang atau kulit kerang adalah sama dengan yang kita gunakan saat ini. Seperti yang digunakan oleh Canadian Ojibwa dan Cree First Nation, sama dengan masyarakat Timur tengah kuno dimana hal ini berasal. Para budak Afrika memperkenalkan xylophone ke dalam komunitas Latin pada waktu penaklukan Spanyol pada abad 16 dan 17. Drum dan castanet mengiringi taria-tarian Roma kuno. Triangle aslinya berasal dari musik Turki yang mengkombinasikan triangles dengan cymbal dan drum dengan ukuran yang berbeda.

Asal mula budaya tradisi marching band sampai sekarang di indonesia.


Marching Band bermula dari tradisi purba sebagai kegiatan yang dilakukan oleh beberapa musisi yang bermain musik secara bersama-sama dan dilakukan sambil berjalan untuk mengiringi suatu perayaan ataupun festival. Seiring dengan perjalananan waktu, marching band ber-evolusi menjadi lebih terstruktur dalam kemiliteran di masa-masa awal era negara kota. Bentuk inilah yang menjadi dasar awal band militer yang kemudian menjadi awal munculnya marching band saat ini.



Meskipun pola marching band telah berkembang jauh, masih terdapat cukup banyak tradisi militer yang bertahan dalam budaya marching band, tradisi milter tersebut tampak pada atribut-atribut seragam yang digunakan, tata cara berjalan, model pemberian instruksi dalam latihan umumnya masih merupakan adaptasi dari tradisi militer yang telah disesuaikan sedemikian rupa.


Di Indonesia, budaya marching band merupakan pengembangan lebih lanjut atas budaya drum band yang sebelumnya berada di bawah naungan organisasi PDBI (singkatan dari "Persatuan Drum Band Seluruh Indonesia") yang dibina oleh Menpora (singkatan dari "Menteri pemuda dan olah raga"). Marching band lahir sebagai kegiatan yang memfokuskan penampilan pada permainan musik dan visual secara berimbang, berbeda dengan drum band yang lebih memfokuskan sebagai kegiatan olah raga. Dalam perkembangannya, marching band di Indonesia banyak mengadaptasikan variasi teknik-teknik permainan yang digunakan oleh grup-grup drum corps di Amerika, khususnya pada instrumen perkusi. Hal ini membuat corak permainan dalam penampilan marching band menjadi lebih mudah dibedakan dari corak penampilan drum band.

COLORGUAD

COLORGUAD Sejarah Color Guard    Sejarah awal Color Guard (CG) pada awalnya sebagai pelengkap dari Bagpipes dan Drums yang bertugas m...